Warga NU Jogja Resah dengan Konflik di PBNU, Menolak Digiring Membela Salah Satu Pihak
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta merespons konflik yang saat ini terjadi di internal PBNU.
Dalam musyawarah besar yang berlangsung di Yogyakarta hari ini, sejumlah tokoh NU di Jogja menilai adanya kebuntuan komunikasi antara Syuriah dan Tanfidziyah PBNU.
Oleh sebab itu, mereka mendesak agar mandataris muktamar segera mengambil langkah konkret, yaitu mengedepankan tabayyun dan silaturahmi dalam menyelesaikan persoalan.
Salah seorang tokoh NU Yogyakarta Zuhdi Abdurrahman mengungkapkan kekhawatiran jangka panjang jika masalah internal di PBNU terus berlanjut.
Menurut dia, dalam menyikapi permasalahan ini berbagai pihak harus mengesampingkan isu-isu yang santer beredar di Jakarta.
"NU yang di kaum bawah ini lebih besar daripada yang di Jakarta. Artinya, kekhawatiran kami itu terlepas dari isu tambang, zionis atau apa pun itu, kami cuma khawatir kisruh tidak selesai. Kemudian, tidak ada program kerakyatan," katanya, Jumat (28/11).
Dia menekankan agar kisruh di tubuh PBNU segera untuk dicarikan solusi terbaik.
"Terserah mereka yang di Jakarta, tetapi harus segera selesai karena kami tidak mau digiring ke blok barat atau timur," katanya.
Warga Nahdliyin di Yogyakarta menggelar musyawarah besar merespons perpecahan di internet PBNU. Mereka menolak digiring untuk membela salah satu pihak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News