Pengerahan Gajah Sumatra dalam Evakuasi Pascabanjir Menuai Kritik

Senin, 15 Desember 2025 – 13:00 WIB
Pengerahan Gajah Sumatra dalam Evakuasi Pascabanjir Menuai Kritik - JPNN.com Jogja
Pengerahan gajah untuk mengevakuasi puing-puing pascabanjir. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Empat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu membersihkan puing-puing pascabanjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.

Gajah-gajah terlatih bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni itu bertugas menyingkirkan tumpukan kayu dan material berat.

Namun, pengerahan satwa memunculkan ironi sekaligus kekhawatiran dari pakar. Bencana ekologis yang merusak habitat gajah justru membuat satwa tersebut kembali dilibatkan untuk membersihkan sisa-sisa kerusakan di lingkungan yang sejatinya juga merupakan ruang hidup mereka.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof Raden Wisnu Nurcahyo menilai bahwa pengerahan gajah dalam kegiatan evakuasi pascabencana berisiko besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa.

"Pengerahan gajah-gajah yang dikerahkan membersihkan puing pascabencana itu sebenarnya menyalahi hak kesejahteraan hewan. Karena apa? Di sini kan gajah seperti dipekerjakan," pada Sabtu (13/12).

Lingkungan lokasi bencana yang dipenuhi oleh kayu dan puing-puing bangunan, material tajam dan berkarat, bangkai hewan yang membusuk, berpotensi untuk membawa penyakit-penyakit menular serta cedera fisik pada gajah.

Wisnu menilai pengerahan keempat gajah di lokasi bencana melanggar Lima Prinsip Kebebasan (Five Freedoms) dalam animal welfare yang seharusnya dipenuhi, yaitu:

  • Bebas dari lapar dan haus.
  • Bebas dari ketidaknyamanan.
  • Bebas dari rasa sakit, cidera, dan penyakit.
  • Bebas mengekspresikan perilaku normal.
  • Bebas dari rasa takut dan tertekan.

Menurutnya, penggunaan gajah hanya dapat dibenarkan dalam situasi sangat darurat ketika alat berat tidak tersedia atau tidak dapat menjangkau lokasi.

Gajah dikerahkan untuk membantu membersihkan puing-puing pascabanjir di Aceh. Aksi ini dikritik oleh guru besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Sumber ugm.ac.id
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia