Program Strategis di Bantul Terdampak Pemangkasan Anggaran
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bantul tahun ini mengalami pemangkasan Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal).
Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) menjadi salah satu yang terdampak pemangkasan.
Anggaran PPBMP semula sebesar Rp 50 juta bakal dipangkas menjadi Rp 40 juta per tahun.
PPBMP adalah sebuah inisiatif pembangunan di tingkat desa/kalurahan di Kabupaten Bantul.
?
Program ini diusulkan melalui musyawarah masyarakat padukuhan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kalurahan bersama warga setempat.
Pendanaan berasal dari bantuan keuangan kabupaten plus swadaya masyarakat, dengan fokus pada isu lokal seperti kemiskinan, stunting, dan lingkungan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kondisi ini mengharuskan semua pihak membangun soliditas.
"Soliditas kami makin diuji karena pelayanan publik tidak boleh loyo walau APBD dan APBKal turun,” kata Halim, Selasa (6/1).
Pemangkasan anggaran yang berdampak pada program pemkab berpotensi memunculkan ketidakpuasan dari masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bantul mengungkapkan dampak dari pemangkasan APBD 2026 yang membuat dana untuk salah satu program strategis berkurang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News