1 Anak Terserang Super Flu, Dinkes DIY: Kasus Lama
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan dalam menyikapi munculnya kabar mengenai super flu.
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi menegaskan bahwa satu kasus yang terdeteksi di wilayahnya merupakan temuan lama dan hingga kini tidak menunjukkan adanya lonjakan kasus.
Satu kasus yang diidentifikasi sebagai super flu tersebut ditemukan pada September 2025 yang menyerang kelompok anak-anak.
Sejak temuan tersebut, Dinkes DIY terus melakukan pemantauan mingguan dan melaporkan bahwa tren kasus influenza justru menurun.
"Itu kasus September dan dari pemantauan kami, flu itu malah turun mingguannya. Tidak perlu panik, tetapi harus waspada," ujar Anung di Yogyakarta, Selasa (6/1/2026).
Istilah super flu merujuk pada varian virus influenza H5N3 atau dalam beberapa rujukan nasional disebut H3N2 Subclade K.
Meskipun namanya terdengar mengkhawatirkan, secara klinis gejalanya serupa dengan flu biasa, meliputi demam, batuk dan pilek, nyeri badan, dan pusing.
Anung menekankan bahwa virus ini memiliki tingkat fatalitas yang rendah dan sangat berbeda dengan karakteristik Covid-19.
Dinkes DIY mencatat ada satu kasus super flu yang menyerang anak-anak. Namun, tidak terjadi lonjakan kasus.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News