Evaluasi Setahun MBG, Begini Catatan Pakar Gizi UGM

Jumat, 09 Januari 2026 – 08:45 WIB
Evaluasi Setahun MBG, Begini Catatan Pakar Gizi UGM - JPNN.com Jogja
Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA 1 Yogyakarta. Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih memberikan catatan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan setahun. 

Program unggulan presiden Prabowo Subianto ini dinilai perlu evaluasi dan perbaikan. 

Salah satu yang disorotinya yaitu penggunaan ultra processed food (UPF) dalam menu MBG.

UPF mengacu pada makanan olahan yang ditambahkan gula, garam dan lemak dalam jumlah tinggi.

“Anak-anak diberi UPF, di situ ada natrium, gula tambahan dan lemak. Dampaknya mungkin tidak terlihat sekarang, tetapi 10–15 tahun ke depan akan menjadi bom waktu penyakit kronis,” ujarnya, Kamis (8/1).

Menurutnya, penggunaan produk UPF bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan tentang reduksi gula, garam dan lemak.

Dia menyarankan agar pemerintah mencoba memanfaatkan produk pangan lokal sesuai dengan kultur masing-masing daerah.

“Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa atau Sumatra. Bahan pangan pokoknya berbeda. Kalau semua diseragamkan dengan UPF, itu justru tidak pas dengan konteks lokal,” katanya. 

Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada atau UGM menyoroti pelaksanaan program MBG yang sudah berjalan setahun.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News