Ratusan Remaja di DIY Menikah Dini, Gunungkidul Catat Angka Tertinggi
Respons dan Langkah Strategis Kemenag
Menanggapi fenomena ini, Ketua Tim Kepenghuluan Bidang Urais Kanwil Kemenag DIY Halili Rais mengatakan bahwa pihaknya telah menggencarkan berbagai program untuk menekan angka pernikahan dini.
Program bimbingan digalakkan mulai dari fase sebelum menikah hingga setelah menikah.
"Secara umum Kemenag mempunyai program bimbingan pranikah dan pascanikah," kata Halili, Kamis (22/1).
Program tersebut mencakup bimbingan bagi remaja usia sekolah dan usia nikah. Sedangkan untuk pasangan yang sudah menikah, diberikan materi mengenai relasi harmonis, pengelolaan keuangan keluarga, hingga bimbingan keluarga sakinah.
Dampak buruk pernikahan dini juga disoroti oleh Ketua Komisi D DPRD DIY R.B. Dwi Wahyu. Ia menilai pernikahan di bawah umur bukan sekadar masalah administrasi, melainkan ancaman terhadap kualitas hidup masyarakat DIY.
“Pernikahan usia dini dapat menghambat pendidikan, membahayakan kesehatan reproduksi, dan melemahkan ketahanan keluarga," ujar Dwi Wahyu.
Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang terpadu dan menyeluruh untuk melindungi masa depan anak-anak di Yogyakarta. (mcr25/jpnn)
Ratusan orang di DIY tetap melangsungkan pernikahan pada usia dini. Gunungkidul menjadi kabupaten tertinggi.
Redaktur : Januardi Husin
Reporter : M. Sukron Fitriansyah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News