Dinkes Jogja Minta Masyarakat Waspada terhadap Virus Nipah
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memastikan virus Nipah belum ditemukan di Kota Yogyakarta.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan kepada manusia terutama kelelawar buah sebagai reservoir utama.
Kendati belum ditemukan kasus, dinas kesehatan meminta masyarakat tetap waspada.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi Ramtana mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan terkait keberadaan reservoir alami dan mobilitas penduduk dari wilayah yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) virus Nipah.
“Memang sempat ada kenaikan kasus ISPA saat isu ‘super flu’ akhir tahun lalu, tetapi tidak signifikan dan tidak mengarah ke Nipah,” ujarnya, Rabu (4/2).
Adapun gejala yang ditunjukkan berupa demam tinggi akut, lalu bisa berkembang menjadi gangguan saraf, seperti penurunan kesadaran dan kejang.
"Teman-teman di puskesmas sudah kami minta untuk waspada dan segera melakukan pelaporan bila menemukan gejala yang mencurigakan,” katanya.
Masyarakat diimbau mencuci buah dengan bersih sebelum dikonsumsi dan tidak mengonsumsi buah yang ada bekas gigitan hewan.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai hal ini dalam mencegah penularan virus Nipah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News