Dinkes Jogja Minta Masyarakat Waspada terhadap Virus Nipah

Kamis, 05 Februari 2026 – 09:20 WIB
Dinkes Jogja Minta Masyarakat Waspada terhadap Virus Nipah - JPNN.com Jogja
Ilustrasi virus. Foto: Pixabay

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memastikan virus Nipah belum ditemukan di Kota Yogyakarta. 

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan kepada manusia terutama kelelawar buah sebagai reservoir utama.

Kendati belum ditemukan kasus, dinas kesehatan meminta masyarakat tetap waspada.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Solikhin Dwi Ramtana mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan terkait keberadaan reservoir alami dan mobilitas penduduk dari wilayah yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) virus Nipah.

“Memang sempat ada kenaikan kasus ISPA saat isu ‘super flu’ akhir tahun lalu, tetapi tidak signifikan dan tidak mengarah ke Nipah,” ujarnya, Rabu (4/2).

Adapun gejala yang ditunjukkan berupa demam tinggi akut, lalu bisa berkembang menjadi gangguan saraf, seperti penurunan kesadaran dan kejang.

"Teman-teman di puskesmas sudah kami minta untuk waspada dan segera melakukan pelaporan bila menemukan gejala yang mencurigakan,” katanya. 

Masyarakat diimbau mencuci buah dengan bersih sebelum dikonsumsi dan tidak mengonsumsi buah yang ada bekas gigitan hewan.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai hal ini dalam mencegah penularan virus Nipah.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News