Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terancam Karena Pergerakan Tanah di Bantul

Rabu, 11 Maret 2026 – 11:30 WIB
Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terancam Karena Pergerakan Tanah di Bantul - JPNN.com Jogja
Tanah longsor di Kelurahan Wonolelo, Pleret, Bantul. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya fenomena pergerakan tanah di beberapa wilayah. Hingga Selasa (11/3), dua titik utama di Kelurahan Triwidadi, Kecamatan Pajangan, menjadi fokus perhatian karena mengancam keselamatan rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini menjadi pemicu utama.

Pergerakan tanah terjadi di dua titik, yaitu di Pedukuhan Gampeng dan Guwo.

Di Gampeng, tanah mengalami penurunan sedalam 1,5 meter. Dampaknya mengancam satu rumah di bagian atas dan tiga rumah di bagian bawah.

Meski struktur bangunan saat ini dinilai masih stabil, warga diminta tetap waspada terhadap potensi pergerakan susulan.

Sedangkan di Guwo, kondisinya dinilai lebih mengkhawatirkan. Terjadi retakan memanjang di area kompleks perumahan yang berisi sekitar 20 rumah. Akibat kerusakan struktur bangunan yang parah, seluruh penghuni telah mengungsi.

"Di lokasi Guwo, struktur bangunan sudah pada patah. Kami memberikan atensi tinggi karena selain kontur tanah di tebing, terdapat retakan tanah yang cukup panjang," ujar Mujahid.

Selain di Kecamatan Pajangan, BPBD juga melaporkan kejadian serupa di Kecamatan Sedayu, yaitu di Kelurahan Argosari dan Kelurahan Argorejo.

BPBD Bantul mendeteksi adanya pergerakan tanah yang mengancam puluhan rumah warga. Diduga karena cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News