Sultan Minta Kasus Daycare Little Aresha Jadi yang Pertama dan Terakhir

Selasa, 28 April 2026 – 07:40 WIB
Sultan Minta Kasus Daycare Little Aresha Jadi yang Pertama dan Terakhir - JPNN.com Jogja
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X merespons kasus kekerasan di Little Aresha pada Senin (27/4). Foto: Humas Pemda DIY

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara terkait kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.

Sri Sultan menegaskan tidak ada tempat untuk tindak kekerasan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Harapan saya itu yang pertama dan terakhir karena di Jogja itu tidak senang dengan kekerasan," katanya, Senin (27/4).

Orang nomor satu di DIY itu mendukung proses hukum terhadap pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami tunggu saja. Jangan mendahului. Kami menghormati proses hukum yang berlaku saja," ujarnya.

Selanjutnya, Sultan HB X dijadwalkan bertemu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY untuk mendengarkan laporan detail kasus tersebut.

Sekretaris DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti tak ingin daycare hanya mengejar keuntungan semata.

Menurutnya, daycare harus mengedepankan tanggung jawab moral.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X merespons kasus kekerasan di daycare Little Aresha. Dia minta kasus kekerasan itu jadi yang pertama dan terakhir.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News