Jangan Dicampur Lagi, Begini Aturan Baru Penjemputan Sampah di Bantul

Selasa, 05 Mei 2026 – 08:00 WIB
Jangan Dicampur Lagi, Begini Aturan Baru Penjemputan Sampah di Bantul - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Penjemputan sapah rumah tangga di Jogja. Foto: Pemkot jogja

Selama ini, kendala terbesar petugas adalah habisnya waktu hanya untuk memilah sampah yang tercampur.

"Sampah organik akan diproses menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik memiliki jalur berbeda. Jika masih bernilai ekonomi akan didaur ulang. Jika berupa residu, akan masuk ke proses karbonasi atau insinerasi menggunakan alat yang kami miliki," jelas Agus.

Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan akan bersikap tegas, tetapi tetap persuasif dalam masa transisi ini.

Evaluasi mingguan tidak hanya menyasar kesadaran masyarakat, tetapi juga memastikan kru armada pengangkut bekerja sesuai SOP.

"Jangan sampai sopir truk mengambil sampah yang tidak sesuai aturan (tercampur). Jika tercampur sedikit mungkin masih manusiawi, tetapi kalau banyak tentu akan kami evaluasi total," tutup Fenty.

Dengan sistem baru ini, Bantul diharapkan mampu mempercepat visi pengelolaan sampah sirkular dan mengurangi beban penumpukan residu di tempat pembuangan akhir. (mar3/jpnn)

Pemerintah Kabupaten Bantul resmi memberlakukan sistem baru dalam penjemputan sampah rumah tangga. Tak boleh lagi dicampur.

Redaktur & Reporter : Januardi Husin

Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News