Menjelang Iduladha, Harga Sapi di Bantul Mulai Merangkak Naik
jogja.jpnn.com, BANTUL - Mendekati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga kurban di wilayah Kabupaten Bantul mulai menunjukkan tren kenaikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul bersama para peternak mengonfirmasi adanya penyesuaian harga seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat.
Ahmad Suwardi, seorang peternak sekaligus pedagang sapi di Tirtonirmolo, mengungkapkan bahwa harga jual sapi rata-rata mengalami kenaikan antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor dibandingkan harga normal.
"Secara otomatis terjadi kenaikan, tetapi tidak begitu signifikan. Yang dahulu Rp 24 juta, sekarang di kisaran Rp 25 jutaan," ujar Ahmad pada Selasa (5/5/2026).
Ahmad menambahkan bahwa dari 51 ekor sapi yang tersedia di kandangnya saat ini, seluruhnya telah laku dipesan.
Bahkan, total permintaan yang masuk sudah mencapai 60 ekor sehingga ia harus mendatangkan pasokan tambahan dari wilayah Rongkop, Gunungkidul.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan bahwa mayoritas sapi jantan untuk kebutuhan kurban di Bantul memang didatangkan dari luar daerah, seperti Bali dan Madura.
Hal ini dikarenakan karakteristik peternak lokal di Bantul yang lebih fokus pada pola pembibitan sapi betina.
"Selain itu, kebutuhan harian untuk wisata kuliner di Bantul sangat besar sehingga ketersediaan sapi jantan lokal menjadi terbatas," kata Joko seusai memantau ternak di kawasan Jogonalan.
Harga sapi di Kabupaten Bantul mulai menunjukkan tren kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News