Ironi Hotel di DIY, Okupansi Naik, tetapi Biaya Operasional Ikut Melonjak
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi salah satu destinasi favorit saat musim libur sekolah tahun ini.
Liburan sekolah kali ini juga berdampak pada meningkatkan okupansi hotel di Jogja.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan periode 25 Juni sampai dengan 5 Juli tingkat keterisian kamar hotel mencapai 75 persen.
"Tertinggi di tanggal 3 dan 4 Juli, bisa rata-rata 80-85 persen," kata Deddy, Selasa (7/7).
Kendati demikian, Deddy mengakui peningkatan okupansi juga diikuti dengan melonjaknya biaya operasional.
"Bicara revenue kami stagnan karena biaya operasional naik, tetapi harga kamar tetap. Tidak bisa menyesuaikan kenaikan biaya operasional harian," katanya.
Menurutnya, kenaikan biaya operasional meliputi sejumlah komponen, seperti bahan baku makanan dan minuman, perawatan fasilitas dan amenities.
Selain itu, pengelola hotel juga harus merogoh kocek lagi untuk membeli solar demi menghidupkan genset. Pasalnya beberapa waktu belakangan di DIY kerap terjadi pemadaman listrik.
Hotel di DIY harus mengalami kenaikan biaya operasional di tengah harga bahan pokok yang melonjak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News