Ironi Hotel di DIY, Okupansi Naik, tetapi Biaya Operasional Ikut Melonjak

Selasa, 07 Juli 2026 – 18:10 WIB
Ironi Hotel di DIY, Okupansi Naik, tetapi Biaya Operasional Ikut Melonjak - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Okupansi hotel di Jogja. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi salah satu destinasi favorit saat musim libur sekolah tahun ini.

Liburan sekolah kali ini juga berdampak pada meningkatkan okupansi hotel di Jogja.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan periode 25 Juni sampai dengan 5 Juli tingkat keterisian kamar hotel mencapai 75 persen.

"Tertinggi di tanggal 3 dan 4 Juli, bisa rata-rata 80-85 persen," kata Deddy, Selasa (7/7).

Kendati demikian, Deddy mengakui peningkatan okupansi juga diikuti dengan melonjaknya biaya operasional.

"Bicara revenue kami stagnan karena biaya operasional naik, tetapi harga kamar tetap. Tidak bisa menyesuaikan kenaikan biaya operasional harian," katanya.

Menurutnya, kenaikan biaya operasional meliputi sejumlah komponen, seperti bahan baku makanan dan minuman, perawatan fasilitas dan amenities.

Selain itu, pengelola hotel juga harus merogoh kocek lagi untuk membeli solar demi menghidupkan genset. Pasalnya beberapa waktu belakangan di DIY kerap terjadi pemadaman listrik.

Hotel di DIY harus mengalami kenaikan biaya operasional di tengah harga bahan pokok yang melonjak.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia