RSUD Wonosari Didesak Tingkatkan Kualitas Layanan SDM dan Etika Petugas
Puncak kunjungan tertinggi terjadi pada April, sebelum akhirnya mengalami penurunan pada Mei dan Juni.
Penurunan tersebut tercatat pada layanan rawat jalan 18,4 persen, rawat inap 23,4 persen, dan instalasi gawat darurat 17,6 persen.
Meskipun terdapat penurunan kunjungan di pertengahan tahun, kinerja keuangan rumah sakit tetap mencatatkan tren positif.
Hingga triwulan II 2026, RSUD Wonosari berhasil mengantongi pendapatan Rp 77,36 miliar atau sekitar 66,38 persen dari target tahunan, dengan realisasi belanja mencapai 52,86 persen.
Beberapa unit dengan tingkat kunjungan pasien tertinggi berada pada layanan penyakit dalam, saraf, jantung, dan hemodialisis.
Menghadapi semester II 2026, manajemen RSUD Wonosari telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pelayanan.
Rumah sakit akan memperluas cakupan dengan menghadirkan Klinik Umum IGD untuk kasus nonkegawatdaruratan, layanan cuci darah mandiri atau continuous ambulatory peritoneal dialysis, serta fasilitas K-grab.
Dari sisi ketenagakerjaan dan fasilitas pendukung, RSUD Wonosari berencana merekrut dokter spesialis baru, khususnya spesialis jantung dan urologi, serta menjalin kerja sama dengan dokter residen dari berbagai institusi pendidikan.
RSUD Wonosari baru saja naik kelas dari C menjadi B. Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta layanan SDM diperbaiki.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News