Sedang Kemarau, 55 Hektare Lahan Pertanian di Bantul Malah Terendam Air
Untuk mengatasi masalah ini, DKPP Bantul berencana menerjunkan alat berat guna membedah dan membuka sumbatan di jalur aliran air menuju muara.
"Saat ini menunggu backhoe untuk membuka aliran airnya," tambah Joko.
Joko mengatakan mereka optimistis risiko gagal panen dapat ditekan. Karakteristik tanaman padi relatif tahan terhadap genangan air dalam batas waktu tertentu.
Sedangkan untuk bawang merah, dampaknya bisa diminimalkan asal air dapat disurutkan dalam waktu singkat.
Di tingkat tapak, para petani harus berpacu dengan waktu. Darman (70), salah seorang petani terdampak mengungkapkan bahwa air mulai menggenangi lahannya sejak Selasa (11/8) akibat luapan Sungai Opak yang tersumbat di area muara.
Demi menyelamatkan tanamannya, Darman terpaksa menyedot air secara mandiri menggunakan mesin diesel. Langkah ini menyedot biaya operasional yang tidak sedikit.
"Ini baru saya sedot airnya. Sejak pagi sampai siang tadi belum selesai-selesai. Sudah habis lima liter BBM," tutur Darman.
Ia sangat berharap pengerjaan alat berat dari Pemkab Bantul segera terealisasi agar genangan air cepat surut dan tanaman mereka bisa dipanen sesuai jadwal. (antara/jpnn)
Petani di Bantul terancam gagal panen karena 55 hekatere tanaman padi dan bawang merah terendam air.
Redaktur & Reporter : Januardi Husin
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News