Festival Udin 2026: Merawat Ingatan 30 Tahun Pembunuhan Wartawan Harian Bernas
Hartanto mengungkapkan bahwa selama tiga dekade, AJI bersama LBH dan jaringan masyarakat sipil telah menempuh berbagai jalur, mulai dari mendorong proses litigasi, mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional, hingga bersurat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait maraknya kasus impunitas pembunuhan jurnalis di Indonesia.
"Udin ini sebetulnya bagi jurnalis adalah pahlawan. Dalam catatan AJI, Udin adalah wartawan pertama di Indonesia yang dibunuh karena berita. Ini bukan pembunuhan biasa, tapi pembunuhan berencana," ungkap Hartanto.
Hartanto membeberkan fakta memprihatinkan terkait represi terhadap pekerja media di Indonesia. Dari total 14 wartawan yang terbunuh di Indonesia, investigasi independen mencatat sembilan di antaranya dibunuh karena karya beritanya.
Dari sembilan kasus tersebut, hanya satu kasus yang berhasil diungkap hingga vonis pengadilan, yaitu kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Narendra Prabangsa pada 2009.
Keterlibatan pers mahasiswa dalam ajang ini menjadi sinyal bahwa api perjuangan Udin terus dioperkan ke generasi muda. Pimpinan Umum LPM Pressisi ISI Yogyakarta, Lala, menyoroti peran penting pers mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat yang tertindas.
"Penting bagi kami sebagai pers mahasiswa, tidak hanya hadir sebagai perekam isu-isu sosial dan euforia yang terjadi. Lebih dari itu, pers mahasiswa harus berdiri sebagai penyambung lidah bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan," ujar Lala.
Ia berharap ruang-ruang yang disediakan selama tiga hari festival dapat menjadi wadah perlawanan dan tempat konsolidasi bersama bagi mahasiswa, aktivis, dan masyarakat luas.
Rangkaian Acara Festival Udin 2026
Selama tiga hari pelaksanaan Festival Udin 2026 menghadirkan beragam agenda interaktif yang mempertemukan jurnalis, akademisi, mahasiswa, seniman, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum.
AJI Yogyakarta menggelar acara Festival Udin 2026 untuk memperingati 30 tahun kasus pembunuhan Jurnalis Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News