Ini Penyebab Data Desil Bansos Bisa Tidak Akurat Menurut BPS DIY

Selasa, 25 Agustus 2026 – 09:29 WIB
Ini Penyebab Data Desil Bansos Bisa Tidak Akurat Menurut BPS DIY - JPNN.com Jogja
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Endang Tri Wahyuningsih (tengah) saat menjelaskan tentang DTSEN. Foto: Humas BPS DIY

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketidaksesuaian data desil penerima bantuan sosial (bansos) dengan kondisi ekonomi riil di lapangan sedang menjadi sorotan publik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan sejumlah faktor teknis dan operasional yang membuat data desil bisa kurang akurat.

Dalam acara Temu Media terkait Indikator Strategis di Yogyakarta, Senin (24/8), Endang membeberkan alasan utama di balik potensi kekeliruan penetapan desil masyarakat.

Pertama, karena keterbatasan metode Proxy Means Test (PMT). Pemeringkatan desil menggunakan model matematis PMT untuk mengestimasi tingkat pendataan.

Sebagai sebuah model atau program komputer, metode ini memiliki batas kemampuan alami dalam memotret dinamika kondisi ekonomi setiap individu secara utuh.

Kedua, karena faktor manusia. Sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) diisi dan dikelola oleh manusia. Proses pencatatan serta input data di lapangan tidak lepas dari risiko human error.

Ketiga, adanya sampel yang eror. Dalam pengumpulan data statistik, terdapat risiko kesalahan sampel (sampling error) maupun kesalahan nonsampel (nonsampling error/NSE), seperti perbedaan persepsi petugas pendata atau ketidaksesuaian jawaban dari responden.

Guna meminimalkan kesalahan tersebut, BPS saat ini terus mempercepat proses verifikasi ulang di lapangan.

BPS DIY mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan data desil bansos tidak akurat.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News