Pemkab Bantul Yakin Bisa Memenuhi 250 Ton Sampah untuk PSEL, Armada Truk Disiapkan
jogja.jpnn.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sedang menyiapkan infrastruktur pengangkutan sampah guna mendukung operasional fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Piyungan saat beroperasi mendatang.
Pemkab Bantul menargetkan penyediaan 50 unit truk armada khusus untuk menyuplai pasokan sampah ke fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan bahwa penyediaan armada ini merupakan bagian dari kewajiban Kabupaten Bantul untuk memasok sampah 250 ton per hari ke PSEL.
"Persyaratannya, truk pengangkut harus berkapasitas lima ton. Jadi, untuk memenuhi kuota 250 ton per hari, kami membutuhkan setidaknya 50 armada," ujar Bambang di Bantul, Senin (31/8).
Saat ini, DLH Bantul baru memiliki 36 unit armada. Untuk menutup kekurangan tersebut, pihak Pemkab berencana menambah unit baru melalui pengadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Mudah-mudahan pada 2027 kami bisa menambah armada dengan dana APBD," tambah Bambang.
Selain armada, Pemkab Bantul juga mematangkan rencana pembangunan depo sebagai titik pengumpulan awal sebelum sampah diangkut ke PSEL Piyungan.
Dari total rencana sembilan lokasi depo yang disesuaikan dengan sebaran sampah, DLH menargetkan lima lokasi prioritas pada tahap awal.
Pemkab Bantul optimistis target 250 ton sampah untuk PSEL bisa terpenuhi. Lima puluh armada truk sedang disiapkan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News