Aktivitas Erupsi Efusif Masih Tinggi, Gunung Merapi Tetap Siaga
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026 masih cukup tinggi. Hingga saat ini, status Gunung Merapi disimpulkan tetap berada pada tingkat Siaga (Level III) dengan dominasi aktivitas erupsi efusif.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan data pemantauan mengindikasikan suplai magma di dalam tubuh gunung hingga kini masih terus berlangsung.
Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) di area rawan bahaya.
"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, disimpulkan aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya.
Selama satu pekan pengamatan, cuaca di sekitar puncak Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, serta berkabut dari siang hingga sore.
Asap kawah berwarna putih bertekanan lemah teramati membumbung dengan tinggi 40 hingga 525 meter di atas puncak.
Sepanjang periode tersebut, BPPTKG mencatat terjadi 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih.
Selain itu, guguran lava teramati meluncur puluhan kali ke beberapa sektor hulu sungai:
Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan erupsi efusif. Pemerintah diminta meningkatkan sistem mitigasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News