Aktivitas Erupsi Efusif Masih Tinggi, Gunung Merapi Tetap Siaga

Rabu, 02 September 2026 – 09:05 WIB
Aktivitas Erupsi Efusif Masih Tinggi, Gunung Merapi Tetap Siaga - JPNN.com Jogja
Aktivitas Gunung Merapi pada Sabtu, 27 Desember 2025. Foto: BPPTKG
  • Kali Sat/Putih: 35 kali guguran (jarak maksimum 2.000 m)
  • Kali Krasak: 23 kali guguran (jarak maksimum 2.000 m)
  • Kali Bebeng: 5 kali guguran (jarak maksimum 1.800 m)
  • Kali Boyong: 3 kali guguran (jarak maksimum 2.000 m)
  • Kali Apu: 1 kali guguran (jarak maksimum 500 m)

Dari sisi kegempaan, jaringan seismik merekam 1 kali gempa APG, 27 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 499 kali gempa Fase Banyak (MP), 674 kali gempa Guguran (RF), dan 10 kali gempa Tektonik (TT).

Meskipun demikian, intensitas kegempaan secara umum tercatat lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

Pemantauan deformasi menggunakan alat Electronic Distance Measurement (EDM) dan GPS menunjukkan tidak adanya perubahan atau pergeseran yang signifikan pada struktur tubuh gunung.

BPPTKG menetapkan ancaman bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas.

Sektor-sektor yang perlu diwaspadai adalah sektor selatan–barat daya di Sungai Boyong maksimal lima km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal tujuh km.

Di sektor tenggara, radius bahaya adalah tiga km di hulu sungai Woro dan lima km Sungai Gendol.

“Lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ujar Agus.

Menanggapi kondisi ini, pihak BPPTKG meminta pemerintah daerah terkait di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana.

Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan erupsi efusif. Pemerintah diminta meningkatkan sistem mitigasi.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News