Menyoal Upaya Meredam Demonstrasi dengan Warga dan Ormas

Rabu, 02 September 2026 – 21:02 WIB
Menyoal Upaya Meredam Demonstrasi dengan Warga dan Ormas - JPNN.com Jogja
Suasana aksi mahasiswa di Perempatan Gramedia Yogyakarta. Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

"Dari situ terdapat aparat kepolisian yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi mahasiswa dan masyarakat secara keseluruhan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab dan memang secara hukum harus dilakukan. Tindakan kekerasan sebetulnya justru akan merugikan semua pihak," kata Arie.

Ia juga berharap Yogyakarta tetap mempertahankan karakternya sebagai ruang publik yang aman dan inklusif.

"Jogja antiteror dan antikekerasan. Biarkan masyarakat atau mahasiswa yang beraspirasi," pungkasnya.

Cara aparat kepolisian menangani aksi massa di perempatan Gramedia dikritik oleh Jogja Police Watch (JPW).

Divisi Humas JCW Baharuddin Kamba menyayangkan kericuhan yang pecah justru di tengah hadirnya banyak personel kepolisian di lokasi.

“Polisi harus kembali pada mandat konstitus sebagai alat negara untuk melindungi dan mengayomi masyarakat,” kata Kamba.

JPW mencurigai adanya budaya militerisme warisan Orde Baru yang belum terkikis di tubuh Polri, terutama dalam memandang kritik sipil dan demonstrasi sebagai ancaman.

Kamba mendesak evaluasi total atas praktik pembiaran atau pelibatan ormas/sekelompok warga dalam menangani aksi demonstrasi.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Perempatan Gramedia kemarin sempat memanas karena keterlibatan ormas dan beberapa warga Jogja.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News