Sultan HB X Dorong Warga Lereng Merapi Beralih dari Tambang ke Kopi
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi untuk mulai meninggalkan aktivitas penambangan pasir.
Sebagai gantinya, Sultan mengajak warga untuk fokus mengembangkan perkebunan kopi lokal sebagai sumber mata pencaharian yang lebih aman, berkelanjutan, andal, dan ramah lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sultan Hamengku Buwono X seusai menyerahkan 46 Sertifikat Hak Milik (SHM) hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
“Daripada digali, lebih baik tanam kopi sebagai pengganti pendapatan sebagian warga masyarakat," ujar Sultan.
Menurut Sultan HB X, kopi di lereng Gunung Merapi masih bisa dimaksimalkan lagi produktivitasnya untuk menambah sumber penghasilan warga sekitar.
Sultan menyerahkan tugas tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mengonsolidasikan potensi kopi Merapi.
“Bagaimana dengan tidak menambang lagi, paling sedikit kopi ini bisa menjadi pilihan-pilihan lain yang memungkinkan untuk bisa menambah penghasilan," katanya.
Selain memiliki nilai ekonomi, menanam kopi juga dianggap sebagai langkah reboisasi dan penguatan vegetasi untuk mencegah risiko longsor.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendorong warga di sekitar lereng Gunung Merapi mulai meninggalkan aktivitas pertambangan dan beralih menanam kopi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News