Siaga Darurat Kekeringan di Kulon Progo Diperpanjang, Anggaran Bertambah
jogja.jpnn.com, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi memperpanjang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.
Kebijakan ini diberlakukan mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026 demi mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.
"Status siaga darurat bencana kekeringan saat ini resmi diperpanjang," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Setiawan Tri Widada pada Selasa (29/9).
Setiawan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil menyusul adanya penyesuaian prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung akibat dampak fenomena el nino.
Guna menanggulangi krisis air bersih yang meluas, BPBD Kulon Progo mengintensifkan penyaluran bantuan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari jajaran Kodim, Polres, Baznas, hingga organisasi masyarakat setempat.
Berdasarkan catatan hingga akhir September, BPBD telah menyalurkan 387 tangki air bersih yang tersebar di 121 titik di tujuh kapanewon, 23 kalurahan, dan 64 padukuhan.
Bantuan ini tercatat telah menjangkau ribuan warga yang terdiri atas 2.537 kepala keluarga atau sekitar 6.552 jiwa.
Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan yang terus meningkat, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah penambahan anggaran.
Status siaga darurat kekeringan di Kulon Progo diperpanjang hingga akhir tahun. Anggaran untuk pengadaan air bersih otomatis bertambah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News