Dinkes Kota Yogyakarta Catat 73 Kasus Positif Campak, Imunisasi Digencarkan
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta terus mengintensifkan langkah pencegahan dan pengendalian menyusul temuan kasus campak di berbagai wilayah.
Berdasarkan data periode Januari hingga September, tercatat 372 suspek campak di Kota Jogja. Setelah diuji di laboratorium, 73 kasus dinyatakan positif campak.
Meskipun demikian, pihak Dinkes mencatat bahwa secara tren keseluruhan, baik jumlah suspek maupun kasus positif campak menunjukkan adanya penurunan pada periode tersebut.
Sebagai respons terhadap peningkatan penularan di wilayah tertentu, Pemkot Yogyakarta melalui Dinkes menggelar Outbreak Response Immunization (ORI).
Kepala Seksi Pencegahan dan Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan program ORI ini diberikan tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya demi memutus rantai penularan secara cepat.
“ORI itu adalah imunisasi yang dilakukan untuk merespons adanya outbreak atau peningkatan kasus,” kata Endang pada Selasa (29/9).
Menurut dia, pelaksanaan ORI telah menyasar beberapa lokasi, seperti di Kotagede, tempat di mana ada penemuan kasus di salah satu taman kanak-kanak.
Endang mengatakan cakupan imunisasi di Kota Yogyakarta telah mencapai 96,64 persen. Kendati demikian, Dinkes tetap mewaspadai beberapa kelurahan yang cakupannya masih di bawah 95 persen demi mencegah potensi kantong penularan baru.
Dinkes Kota Yogyakarta mengungkapkan ada 73 kasus positif campak pada tahun ini. Warga Jogja diminta meningkatkan kewaspadaan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News