Prediksi Awal Musim Hujan di Jogja, Berbeda Dibandingkan 30 Tahun Terakhir
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mundur dibandingkan kondisi normalnya.
Awal musim hujan yang lebih lambat tiga dasarian tersebut diprediksi terjadi di seluruh wilayah DIY.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Mamenun mengatakan kondisi mundurnya awal musim hujan berbeda dari 30 tahun belakangan.
“Mundurnya musim hujan ini merupakan dampak dari el nino yang juga mengakibatkan terjadi hari tanpa hujan (HTH) berkepanjangan, termasuk di DIY," kata Mamenun, Rabu (30/9).
Pihaknya memperkirakan daerah dengan awal musim hujan terjadi pada Desember minggu pertama di Kabupaten Kulon Progo bagian timur, Kota Yogyakarta, Kabupatem Sleman bagian timur, selatan dan barat, Kabupaten Bantul bagian utara serta Kabupaten Gunungkidul bagian utara.
Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Februari 2026, tepatnya di Kulon Progo bagian utara dan timur, Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara serta Gunungkidul bagian barat.
Selanjutnya, pada Maret di Kulon Progo bagian barat dan selatan, Bantul bagian selatan dan sebagian besar Gunungkidul.
Musim hujan 2026/2027 durasinya diprediksi lebih pendek di seluruh wilayah DIY. Pihaknya tetap merekomendasikan beberapa hal penting.
BMKG memperkirakan awal musim hujan di Provinsi DIY mundur atau lebih lambat. Berbeda dengan kebiasaan 30 tahun terakhir.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News