Laporan Harian Gunung Merapi: 4 Kali Guguran Lava, 3 Awan Panas
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas vulkanis Gunung Merapi hingga saat ini masih berada di tingkat Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan pengamatan yang dirilis untuk periode Rabu, 30 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau bervariasi mulai dari cerah, berawan, mendung, hingga turun hujan dengan curah hujan tercatat mencapai 50 mm per hari.
Suhu udara berkisar antara 17 hingga 25 derajat celsius dengan kelembapan 78 hingga 100 persen, sementara visual gunung terlihat jelas hingga berkabut dengan asap kawah putih berintensitas sedang setinggi 25 meter di atas puncak.
Dari sisi aktivitas kegempaan, instrumen pemantau mencatat adanya dinamika vulkanis yang cukup tinggi yang meliputi tiga kali gempa awan panas guguran, 83 gempa guguran, 70 gempa hybrid atau fase banyak, dua gempa vulkanik dangkal, serta dua gempa tektonik jauh.
Sepanjang periode tersebut, tercatat pula awan kali kejadian awan panas guguran dan empat kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum masing-masing mencapai 2.000 meter dan 1.900 meter.
Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Menyikapi perkembangan tersebut, BPPTKG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal lima km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh km, sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga km dan Sungai Gendol sejauh lima km, dengan radius lontaran material vulkanik eksplosif mencapai tiga km dari puncak.
Gunung Merapi dalam sehari mengeluargkan empat kali guguran lava dan tiga kali meluncurkan awan panas guguran.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News