Gunung Merapi Masih Aktif, Terpantau Sekali Awan Panas dan Puluhan Gempa Guguran
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan resmi pengamatan aktivitas Gunung Merapi untuk periode pengamatan Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas gunung berapi aktif di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih berada di Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan yang disusun oleh Suratno dan Yulianto, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi bervariasi mulai dari cerah, berawan, hingga mendung, dengan angin yang bertiup tenang ke arah barat.
Secara visual, gunung terpantau jelas hingga berkabut (0-III), dengan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih berintensitas sedang setinggi 100 meter di atas puncak kawah.
Selama periode 24 jam tersebut, aktivitas kegempaan Gunung Merapi terpantau cukup dinamis dengan rincian sebagai berikut:
- Awan Panas Guguran: 1 kejadian (Amplitudo: 23 mm, Durasi: 150,68 detik)
- Guguran: 87 kejadian (Amplitudo: 2–80 mm, Durasi: 29,75–209,84 detik)
- Hybrid/Fase Banyak: 62 kejadian (Amplitudo: 2–40 mm, S-P: 0,2–0,9 detik, Durasi: 8,13–60,63 detik)
- Tektonik Jauh: 2 kejadian (Amplitudo: 2–14 mm, Durasi: 70,47–106,75 detik)
Selain data kegempaan, petugas juga mengamati adanya satu kali luncuran awan panas guguran mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.600 meter.
Di samping itu, teramati pula lima kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dan Boyong dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.700 meter.
Rekomendasi dan Imbauan untuk Masyarakat
Mengingat suplai magma masih terus berlangsung yang berpotensi memicu awan panas guguran, pihak BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan:
Gunung Merapi masih terpantau aktif dengan erupsi efusifnya. Kemarin mengeluarkan awan panas dan puluhan kali gempa guguran.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News