Kesulitan Menjangkau Basemen Trans Home: Genangan Air, Konstruksi Rentan, Personel Kelelahan
jogja.jpnn.com, SLEMAN - Upaya pemadaman kebakaran di gedung toko bangunan dan alat elektronik Trans Home yang terletak di Jalan Yogyakarta-Solo Kilometer 11, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, masih terus berlanjut hingga hari kedua pada Jumat siang (2/10).
Petugas gabungan pemadam kebakaran (damkar) harus menghadapi berbagai kendala berat di lapangan, mulai dari akses basemen yang tak bisa ditembus, genangan air, struktur bangunan yang rentan, hingga faktor kelelahan personel.
Kasi Operasional dan Investigasi Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sleman Nawa Murtiyanto mengungkapkan bahwa penanganan pada hari kedua ini dipusatkan sepenuhnya di area bawah tanah karena sumber api belum berhasil dipadamkan.
"Masih penanganan di basement karena kami belum bisa lokalisir sumber api," ujar Nawa saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat siang.
Pekerjaan petugas di lapangan makin berisiko tinggi karena area basemen kini telah mulai tergenang air akibat gempuran penyemprotan air yang berlangsung semalaman.
Kondisi ini membuat keselamatan personel terancam saat mereka harus memaksakan diri masuk ke titik genangan.
“Kondisi basemen sudah tergenang air. Jadi, menambah risiko bagi petugas," jelasnya.
Selain genangan air, tantangan besar lainnya datang dari kondisi fisik bangunan. Struktur beton dan kerangka supermarket tersebut dikhawatirkan sudah rapuh lantaran terpapar suhu ekstrem dan panas api selama hampir 24 jam penuh.
Petugas pemadam kebakaran mulai kelelahan, sementara sumber api masih ada di basemen Trans Home.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News