Asal Mula 4 Kasus Antraks di Gunungkidul, Bermula dari Tradisi Brandu Ternak Sakit
jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengungkapkan asal mula kemunculan empat kasus positif antraks di wilayahnya.
Seluruh pasien yang sempat terpapar kini dipastikan telah sembuh setelah mendapatkan perawatan intensif dan penanganan medis yang cepat.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono menjelaskan bahwa identifikasi kasus ini bermula ketika pihaknya mendapati laporan mengenai tujuh warga di Dusun Pelem, Kalurahan Semanu, yang berstatus sebagai suspek.
Seluruh warga tersebut menunjukkan gejala klinis serta memiliki riwayat kontak langsung dengan ternak yang sakit dan mati secara mendadak.
"Tujuh suspek, ada kontak dengan hewan sakit atau mati dan ada gejala klinis diambil sampelnya. Kemudian, yang PCR positif konfirmasi antraks ada empat orang," ujar Ismono di Gunungkidul, Jumat (2/10).
Setelah temuan tersebut, Dinkes Gunungkidul langsung bergerak dengan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) serta memberikan pengobatan intensif kepada para pasien hingga dinyatakan sembuh total.
Menurut Ismono, saat ini tidak ditemukan adanya penambahan kasus baru di lokasi tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, penularan antraks ini berawal dari tradisi lokal yang dikenal masyarakat setempat sebagai kegiatan porak atau brandu.
Dinkes Gunungkidul menemukan empat kasus positif antraks. Diduga kuat berasal dari tradisi brandu warga sekitar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News