Batik Motif Gunung Merapi Hingga Pantai Selatan Membentang di Malioboro
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Suasana kawasan ikonik Jalan Malioboro Yogyakarta tampak berbeda dan sarat akan makna budaya pada Sabtu (3/10).
Ribuan pasang mata, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, disuguhkan oleh pemandangan memukau ketika 1.001 pembatik berjejer rapi membentangkan karya di ruang publik.
Aksi kolaboratif bertajuk "Simfoni 1001 Pembatik 2026" ini digelar khusus untuk memperingati Hari Batik Nasional.
Tidak tanggung-tanggung, kain batik yang dibentangkan secara beriringan ini membentang sepanjang 550 meter, dimulai dari Simpang Empat Terang Bulan hingga kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret.
Yang membuat aksi ini kian istimewa adalah rangkaian motif yang diusung.
Seluruh peserta membatik bersama dengan mengusung tema Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang merepresentasikan perjalanan spiritual dan tata ruang kota.
Urutan motif yang terbentang menggambarkan garis imajiner sakral, mulai dari Gunung Merapi di sisi utara, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta, Plengkung dan Panggung Krapyak, hingga Laut Selatan di ujung selatan.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmat mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di jantung Malioboro ini disengaja agar masyarakat luas serta dunia internasional semakin tahu bahwa Yogyakarta tetap eksis dan kokoh sebagai Kota Batik Dunia.
Ada yang berbeda dengan Jalan Malioboro hari ini. Seribu peserta terlibat dalam ajang Simfoni 1001 Pembatik 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News