Epidemiolog UGM Jelaskan Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Ternyata

Senin, 16 Mei 2022 – 22:27 WIB
Epidemiolog UGM Jelaskan Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Ternyata - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Epidemiolog UGM menjelaskan hubungan hepatitis akut dengan vaksin Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Masyarakat di dunia saat ini sedang dihebohkan dengan kemunculan hepatitis akut yang penyebabnya masih belum diketahui.

Per 10 Mei 2022, terdapat 436 kasus hepatitis akut di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah ada 17 kasus hepatitis akut di Indonesia.

Hepatitis atau penyakit yang menyerang organ hati selama ini masuk dalam kategorisasi hepatitis A, B, C, D atau E.

Namun, hepatitis yang banyak menyerang anak-anak beberapa pekan terakhir ini tidak termasuk dalam kategorisasi di atas.

Oleh karena kemunculannya yang tiba-tiba dan misterius, banyak orang yang beranggapan bahwa kasus hepatitis akut ini berkaitan dengan vaksin Covid-19.

Menyikapi itu, epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Riris Andomo Ahmad mencoba untuk menjelaskan informasi tersebut.

Menurut dr. Riris, hepatitis yang belum diketahui penyebabnya baru-baru ini tidak berhubungan dengan vaksin Covid-19.

“Perlu kita pahami dan juga kita sebarkan kepada masyarakat bahwa hepatitis yang masih tidak diketahui penyebabnya ini bisa dikatakan tidak berhubungan dengan adanya vaksin Covid-19,” kata dia, dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Kemunculan kasus hepatitis akut yang misterius dan tiba-tiba membuat banyak orang beranggapan bahwa penyakit ini berhubungan dengan vaksin Covid-19.
Sumber ugm.ac.id

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News