Angka Kemiskinan di Sleman Meningkat Pascapandemi Covid-19

Jumat, 27 Mei 2022 – 21:25 WIB
Angka Kemiskinan di Sleman Meningkat Pascapandemi Covid-19 - JPNN.com Jogja
Ilustrasi- Angka kemiskinan di Sleman. Foto: dok JPNN.com

jogja.jpnn.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir telah berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada 2020, angka kemiskinan di Sleman tercatat 8,12 persen dari jumlah penduduk.

Persentase kemiskinan di Sleman meningkat menjadi 8,64 pada 2021.

Hal itu membuat Pemerintah Kabupaten Sleman perlu melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan pascapandemi Covid-19.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan upaya-upaya yang telah mereka lakukan di antaranya peningkatan pendidikan bagi keluarga miskin, menciptakan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta menumbuhkan UMKM di kalangan keluarga miskin.

Kustini menyampaikan hal tersebut ketika menyerahkan dana sosial Badan Kerja Sama Antar-Kelurahan Unit Pengelola Kegiatan (BKAK–UPK) Kapanewon (Kecamatan) Prambanan Tahun Anggaran 2021, Kamis (27/5).

Upaya lainnya, lanjut dia,  dengan menjamin kebutuhan dasar keluarga miskin di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosialnya, serta pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

"Masyarakat juga harus punya semangat dan mindset untuk pulih secara ekonomi. Jika sekarang menerima bantuan, besok harus gantian bisa memberi bantuan," katanya.

Angka kemiskinan meningkat di Kabupaten Sleman selama pandemi Covid-19. Apa yang sudah dilakukan Pemkab Sleman?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News