Ortu Siswa SD di Sleman Mengamuk Bawa Parang, Seorang Guru Jadi Korban

Selasa, 29 September 2026 – 08:46 WIB
Ortu Siswa SD di Sleman Mengamuk Bawa Parang, Seorang Guru Jadi Korban - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Penganiayaan terhadap seorang guru di Sleman. Foto: ilustrasi/ Antara

jogja.jpnn.com, SLEMAN - Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam pada Jumat (25/9). Korban berinisial HK (40) terkena sabetan sajam di bagian lengan.

Luka tersebut didapat korban saat berusaha menangkis ayunan sajam dari pelaku TM alias S (44), warga Bangunkerto.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan pihaknya telah menahan pelaku penganiayaan.

"Awalnya terjadi miskomunikasi terkait anak dari pelaku yang diduga mengambil jajajan di kantin. Info yang kami dapat, anak pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus," katanya, Senin (28/9).

Menurut Iptu Argo, ibu anak tersebut sebelumnya sudah dipanggil ke sekolah dan persoalan telah diselesaikan.

"Setelah itu, ibu tersebut menelepon suaminya. Diduga terjadi miskomunikasi yang kemudian berujung pada kejadian penganiayaan," ujarnya.

Pelaku penganiayaan sendiri ditangkap polisi beserta barang bukti berupa parang dengan panjang 80 centimeter.

Perkara ini berlanjut dan tengah ditangani pihak kepolisian. (mcr25/jpnn)

Seorang guru SD di Kabupaten Sleman mengalami luka di lengan akibat sabetan senjata tajam dari orang tua siswa.

Redaktur : Januardi Husin
Reporter : M. Sukron Fitriansyah

Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News