Pemkot Yogyakarta Ingatkan Pengelola, Jangan Nekat 'Nuthuk' Tarif Parkir, Atau...

Kamis, 20 Januari 2022 – 20:15 WIB
Pemkot Yogyakarta Ingatkan Pengelola, Jangan Nekat 'Nuthuk' Tarif Parkir, Atau... - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Bus pariwisata Foto: Dokumentasi Dishub DIY

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta mengingatkan pengelola tempat parkir agar jangan menetapkan harga parkir di luar batas kewajaran atau yang dikenal dengan aksi Nuthuk. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menegaskan bahwa perbuatan Nuthuk bisa berujung sanksi, pencabutan izin operasi, bahkan tindak pidana penipuan.

Hal tersebut disampaikan setelah kasus viralnya tarif parkir bus pariwisata di sekitar Malioboro sebesar Rp 350.000.

“Sedang kami dalami semuanya. Tetapi yang pasti, kami akan menindak tegas pelanggaran yang masuk kategori ‘nuthuk’, baik untuk parkir atau makanan,” kata Heroe di Yogyakarta, Kamis (20/1).

Menurut dia, bus pariwisata yang mengeluhkan parkir mahal tersebut juga diduga melanggar aturan protokol kesehatan dan aturan perjalanan untuk wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta.

Seperti diketahui, Kota Yogyakarta menerapkan kebijakan one gate system yang mewajibkan seluruh bus pariwisata untuk melakukan pemeriksaan di Terminal Giwangan guna memastikan seluruh wisatawan sudah mendapat vaksinasi.

Bus yang lolos skrining dipastikan mendapat tempat khusus untuk parkir resmi yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Karena bus pariwisata ini memilih parkir di luar tempat parkir resmi, kemungkinan besar mereka tidak masuk ke Terminal Giwangan untuk skrining. Ini sudah melanggar aturan perjalanan wisata ke Yogyakarta terlebih saat ini masih dilakukan PPKM. Tidak ada protokol kesehatan yang diterapkan,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mengingat pengelola tempat parkir agar jangan sekali-kali melakukan aksi nuthuk tempat parkir karena bisa terkena sanksi.
Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News