Evaluasi Lini Belakang PSS Sleman, Kebobolan Tujuh Gol Terlalu Banyak
jogja.jpnn.com, SLEMAN - Tiga pertandingan awal kompetisi BRI Super League 2026/2027 menyisakan catatan krusial bagi PSS Sleman.
Ketimpangan produktivitas gol serta rapuhnya lini pertahanan menjadi fokus utama evaluasi yang tengah digodok oleh jajaran tim pelatih selama masa jeda kompetisi.
Dalam tiga pekan pembuka, skuad Super Elang Jawa baru mampu membukukan tiga gol ke gawang lawan.
Sebaliknya, lini pertahanan yang dikawal oleh Ega Rizky dan kolega justru sudah kebobolan tujuh gol.
Catatan minor tersebut diakui pelatih kepala PSS Pieter Huistra sebagai alarm bagi tim untuk segera berbenah dan membangun organisasi permainan yang jauh lebih solid.
Kendati angka kebobolan tergolong tinggi, juru taktik asal Belanda itu dengan tegas menolak untuk melimpahkan kesalahan hanya kepada para pemain belakang.
Menurutnya, fase bertahan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen di atas lapangan.
"Ini bukan hanya soal lini pertahanan atau para pemain belakang. Bertahan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh 11 pemain. Jadi, saya tidak menyalahkan pemain bertahan mana pun. Saya juga tidak menyalahkan penyerang," tegas Pieter, Sabtu (26/9).
PSS Sleman sudah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terakhir. Pieter Huistra sedang mencari jalan keluar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News