Pesan Bupati Bantul untuk Kontestan Pilur 2026: Jangan Pakai Cara-Cara Lama
jogja.jpnn.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh calon lurah yang berlaga dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026.
Ia meminta para kontestan untuk meninggalkan cara-cara tidak sehat, khususnya praktik politik uang (money politic).
Hal tersebut ditegaskan Bupati Halim saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Senin (28/9). Ia mengingatkan bahwa segala bentuk politik uang melanggar regulasi yang berlaku.
"Saya menegaskan kembali bahwa money politic itu dilarang dalam Perda, dalam Perbup, dalam peraturan perundang-undangan apa pun," tegas Halim.
Menurutnya, larangan tersebut berlaku mutlak tanpa pengecualian, baik dalam bentuk uang tunai maupun barang seperti pembagian paket beras, sembako, atau iming-iming material lainnya yang dapat mencederai integritas pesta demokrasi tingkat desa.
Bupati Halim menilai bahwa masyarakat, khususnya para pemilih saat ini, sudah makin matang dan cerdas dalam berpolitik.
Mengingat mayoritas pemilih didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z, ia mengajak para kandidat untuk meninggalkan tradisi kampanye yang kurang sehat.
"Hindarilah cara-cara lama karena kami ingin memasuki demokrasi yang lebih berintegritas, demokrasi yang lebih baik," ujarnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berpesan kepada para kontestan Pilur 2026 agar meninggalkan cara-cara lama.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News