Pesan Khusus Bupati Bantul untuk Kontestan Pilur 2026: Ora Umuk, Ora Ngamuk
jogja.jpnn.com, BANTUL - Menjelang puncak pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengimbau seluruh masyarakat dan para kontestan untuk menjaga kekondusifan serta kerukunan.
Hal tersebut disampaikan Halim pada Selasa (29/8), mengingat seluruh tahapan dan proses Pilur telah diatur dengan jelas melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).
Pemerintah Kabupaten Bantul sendiri akan menggelar Pilur di 30 kalurahan yang melibatkan total 87 kandidat calon lurah.
Para kontestan saat ini tengah melewati masa kampanye hingga puncaknya pada pemungutan suara yang dijadwalkan pada 4 Oktober 2026 mendatang.
Bupati Halim mengajak seluruh warga Bantul, khususnya di 30 kalurahan yang menyelenggarakan pesta demokrasi tingkat desa ini, untuk mengutamakan semangat persaudaraan agar terhindar dari potensi konflik.
“Jika tidak dilandasi semangat persaudaraan, persahabatan, ya, kami khawatir ada polarisasi, resistensi antarsatu pendukung dengan pendukung yang lain," ungkap Halim.
Menurutnya, kesadaran berdemokrasi yang matang akan menuntun masyarakat untuk memahami bahwa dalam setiap kompetisi pasti ada pihak yang menang dan kalah.
Ia pun berpesan dengan menggunakan ungkapan khas Jawa agar para kontestan dan pendukung tetap berjiwa besar.
Bupati Bantul berpesan kepada para kontestan Pilur 2026 agar tidak sombong dan tidak marah dengan hasil pemungutan suara.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News