Warga Bantul Diminta Kritis, Berani Menolak Politik Uang Saat Pilur 2026
jogja.jpnn.com, BANTUL - Warga di 30 kalurahan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan lurah (pilur) pada Minggu (4/10).
Total ada 87 calon lurah yang bersaing di wilayah masing-masing, baik yang berstatus petahana maupun kandidat baru.
Koordinator Deputi Bidang Pengaduan Masyarakat Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba meminta masyarakat untuk ikut menyukseskan pemilihan lurah ini.
Menurut Kamba, pemilih harus turut mengawasi dengan kritis setiap tahapan Pilur Bantul.
"Pengawasan perlu dan penting dilakukan oleh masyarakat agar pelaksanaan pilur di Kabupaten Bantul tahun ini tanpa dicederai praktik curang, misalnya politik transaksional," ujar Kamba, Jumat (2/10).
Kamba menilai bahwa pilur yang disusupi praktik curang berpotensi melahirkan pemimpin yang korup dan merusak tatanan demokrasi.
"JPW mengajak masyarakat sebagai pemilih yang cerdas dan berintegritas untuk berani menolak segala bentuk politik transaksional dalam pilur di Kabupaten Bantul tahun ini," ujar Kamba.
Dia mengatakan bahwa JPW bersedia mengawal aduan terkait dugaan politik uang dalam pilur di 30 kaluran di Kabupaten Bantul tersebut.
Besok warga Kabupaten Bantul di 30 kalurahan akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan lurah. Masyarakat diminta untuk berani menolak politik uang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News