Warga Danurejan Sulap Sampah Menjadi Eco Enzyme, Sangat Berguna

Kamis, 16 Juni 2022 – 12:02 WIB
Warga Danurejan Sulap Sampah Menjadi Eco Enzyme, Sangat Berguna - JPNN.com Jogja
Ilustrasi pengelolaan limbah ampah. Foto: M. Syukron Fitriansyah/JPNN

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Warga Kemantren Danurejan secara mandiri mengembangkan pengelolaan sampah dengan metode eco enzyme.

Cara ini dinilai efektif membantu Pemerintah Kota Yogyakarta mengurangi pembuangan sampah ke TPA Piyungan.

Berdiri sejak 2021, Rumah Eco Enzyme Kampung Gemblakan Atas memiliki 59 anggota yang merupakan warga Kampung Geblakan Atas.

Eco enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari sisa buah atau sayur, air dan gula.

Menurut sekarelawan Rumah Eco Enzyme Sri Martini, sisa buah dan sayur dalam proses pembuatannya harus dalam kondisi segar, tidak busuk dan tidak ada binatang.

Masyarakat melakukan berbagai cara untuk mengurangi beban sampah di Kota Yogyakarta. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik di rumah tangga.

Proses fermentasi ini dilakukan selama tiga bulan.

"Sampah organik sisa buah dan sayur yang masih bagus dan segar diolah menjadi eco enzyme dan untuk sampah organik yang tidak lolos diolah dengan cara lodong sisa dapur (Losida),” jelasnya pada Rabu (15/6).

Masyarakat Kemantren Danurejan menyulap sampah menjadi eco enzyme yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News