Parameter Penyelamatan Gedung Agar Terhindar dari Bencana Kebakaran

Sedangkan untuk gedung atau hotel lain yang juga diinspeksi tahun ini diharapkan dapat meningkatkan sarana dan prasarana pendukung sistem proteksi kebakaran, manajemen keselamatan hingga kapasitas sumber daya manusia dalam pencegahan dan penanganan kebakaran.
"Salah satu yang terus kami dorong adalah melakukan simulasi penanganan kebakaran. Simulasi ini penting untuk melihat kesiapan peralatan serta respons saat menangani kebakaran," katanya.
Octo menambahkan seluruh gedung yang menjalani inspeksi sistem proteksi kebakaran akan mendapat rekomendasi dari hasil penilaian sebagai dasar untuk meningkatkan sistem yang dimiliki.
"Rekomendasi ini yang sebenarnya dicari oleh pemilik gedung. Untuk penilaian tahun depan, bahkan sudah ada pemilik gedung yang mengajukan untuk inspeksi," katanya.
Ia menyebut sasaran inspeksi tiap tahun bisa berbeda, seperti kampus, dunia usaha, pusat perbelanjaan, hingga sekolah atau kantor.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sumadi mengatakan penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, tetapi juga dari kelompok masyarakat, termasuk dunia usaha.
Terlebih, lanjut dia, Kota Yogyakarta tidak terlalu luas, namun memiliki potensi kebakaran yang cukup besar karena menjadi pusat kegiatan perekonomian.
"Oleh karenanya, penyediaan sistem proteksi kebakaran yang memenuhi syarat sangat penting, sehingga upaya pencegahan dan penanganannya bisa dilakukan lebih baik," katanya.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta mengimbau gedung dan hotel untuk memenuhi beragam parameter keselamatan agar terhindar dari kebakaran.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News