Soal Sesar Mataram, Begini Langkah yang Akan Diambil BMKG Yogyakarta

"Nantinya akan dianalisis oleh teman-teman untuk melihat bagaimana profil bawah permukaanya. Saat ini sedang proses penggodokan penentuan lokasi titik ukur," kata dia.
Namun, berdasarkan pendekatan data kegempaan, BMKG Yogyakarta belum pernah menemukan adanya aktivitas kegempaan di lokasi sesar yang keberadaanya diklaim oleh peneliti BRIN.
Padahal, menurut dia, keberadaan sesar aktif dapat diidentifikasi manakala daerah yang diduga dilintasi pernah terjadi gempa bumi.
"Kalau dari kacamata BMKG, kami belum menemukan adanya kegempaan di lokasi tersebut, mungkin nanti dengan menggunakan pendekatan lain atau dengan kacamata geodesi atau pengukuran geofisika bisa lebih memperkuat apakah hasil temuan itu memang benar atau tidak," kata dia.
Sebelumnya, keberadaan Sesar Mataram diungkap oleh seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja.
Danny mengatakan bahwa BRIN telah melakukan pemutakhiran data sesar aktif pada 2021 sehingga mereka menemukan adanya Sesar Mataram.
Sesar Mataram sebelumnya dikenal sebagai Sesar Dengkeng karena hanya terdapat di bagian timur.
"Ini sebetulnya sudah dikenal juga sebagai Sesar Dengkeng pada waktu itu di sebelah timurnya. Akan tetapi, baru diketahui bahwa Sesar Dengkeng ini masih menerus ke arah barat melewati tengah-tengah Kota Yogyakarta," ujar Danny dalam acara lokakarya nasional "Perkembangan Terkini Pemutakhiran Peta Sumber Dan Bahaya Gempa Indonesia" di Jakarta pada 29-30 November 2022.
BMKG Yogyakarta bergerak cepat untuk merespons temuan tentang adanya dugaan sesar aktif di Jogja. Langkah apa yang akan dilakukan?
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News