Teruntuk Lurah-Lurah di Bantul, Dengarkan Instruksi Bupati

"Seperti perahu karet agar sudah disiapkan, pelampung-pelampung disiapkan, gergaji dan peralatan-peralatan lain. BPBD, Dinas PU dan DLH saya minta untuk menyiapkan itu. Dicatat betul itu," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah kelurahan melalui perangkat lurah segera memberikan peringatan dini potensi bencana pada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan. Apalagi, Bantul mulai 3 Oktober sudah memasuki musim hujan.
"Berikan pemahaman kepada masyarakat, kalau memang dirasa tingkat kerawanan berisiko tinggi, lebih baik dievakuasi sebelum terjadi hujan deras atau kondisi kondisi yang membahayakan keselamatan. Jadi diantisipasi, dievakuasi dahulu," katanya.
Dia mengatakan untuk persoalan logistik dan sebagainya di tempat evakuasi, nanti akan disiapkan oleh pemkab.
"Urusan bencana tidak usah berpikir panjang bagaimana logistiknya, berasnya bagaimana, fasilitas untuk mandi bagaimana dan lain itu pasti bisa kita selesaikan," katanya.
Ia juga meminta sukarelawan FPRB di masing-masing kelurahan dan komunitas untuk segera melakukan komunikasi dan konsolidasi dalam kesiapsiagaan terhadap bencana, dan fokus di daerah serta kelurahan masing-masing.
"Karena Pak Lurah butuh bantuan relawan, tanpa mereka tentu saja kekuatan dan kemampuan pemerintah daerah sampai kelurahan ini tidak, kurang memadai, sehingga keberadaan relawan sungguh sangat penting dan diperlukan," katanya. (antara/jpnn)
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih punya instruksi kepada para lurah untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Redaktur & Reporter : Januardi Husin
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News