Lewat Simposium, Keraton Yogyakarta Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - International Symposium on Javanese Culture 2023 resmi dibuka pada Kamis (9/3).
Simposium ini merupakan rangkaian dari Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan 34 tahun kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta.
Adapun tajuk simposium kali ini adalah Vegetasi: Makna dan Fungsinya dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Tradisi di Keraton Yogyakarta.
Penghageng Kawedanan Tandha Yekti sekaligus Ketua Panitia Simposium GKR Hayu mengatakan momentum kenaikan tahta dan kembalinya 75 manuskrip digital menjadi langkah awal bagi keraton membuka diri agar nilai-nilai luhur dapat terus dilestarikan.
“Tema vegetasi dipilih dalam simposium kali ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yang sudah diwariskan para pendahulu Keraton Yogyakarta," kata GKR Hayu.
Kemudian, menurutnya, peran masyarakat juga dianggap vital untuk menumbuhkan kembali kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
"Tidak sekadar memanfaatkan terus-menerus, tetapi juga mereproduksinya dengan jalan-jalan pelestarian adiluhung yang selaras dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawono, memperindah alam seisinya, termasuk menjaga, merawat keserasian alam,” ujar Gusti Hayu.
Simposium Internasional ini akan berlangsung pada 9-10 Maret dengan menghadirkan empat sesi diskusi.
Simposium ini merupakan rangkaian dari peringatan 34 tahun kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News