Caleg PSI Ini Tolak Penggunaan Istilah Nataru, Simak Alasannya
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Masyarakat awam mengenal istilah Nataru sebagai pengganti penyebutan Natal dan Tahun Baru.
Akronim tersebut ternyata mendapat penolakan dari anggota DPRD DIY Raden Stevanus C. Handoko.
Menurut kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, penggunaan istilah tersebut dianggap tidak tepat dan menyesatkan.
"Perayaan Natal memiliki makna mendalam bagi umat Katolik dan umat Kristen pada umumnya karena melibatkan keyakinan terhadap kehadiran Kristus yang diutus untuk menyelamatkan umat manusia," katanya.
Penggunaan istilah Nataru, menurut Raden, bisa mengarah pada penistaan hari besar keagamaan.
Di sisi lain, tahun baru masehi disebutnya tidak terkait dengan keagamaan tertentu.
Baca Juga:
"Natal bukan hanya merupakan perayaan kebahagiaan fisik, tetapi juga momen mendalam untuk merenungkan makna spiritual kelahiran Yesus Kristus dan menguatkan iman serta kasih terhadap sesama," ujarnya.
Ia berharap tidak ada lagi penggunaan istilah Nataru untuk menggabungkan dua momen tersebut, khususnya di Yogyakarta. (mcr25/jpnn)
Anggota DPRD DIY Dr Raden Stevanus C Handoko menolak pengguna istilah Nataru, simak alasannya.
Redaktur : Januardi Husin
Reporter : M. Syukron Fitriansyah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News