Teruntuk Pemkab Gunungkidul, Dengarkan Keluh Kesah Peternak yang Tak Bisa Jualan

Rabu, 01 Juni 2022 – 07:05 WIB
Teruntuk Pemkab Gunungkidul, Dengarkan Keluh Kesah Peternak yang Tak Bisa Jualan - JPNN.com Jogja
ILustrasi - Peternak di Gunungkidul resah dengan kasus PMK karena pasar hewan ditutup. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan enam kasus ternak dengan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Selain itu ada 56 ternak lainnya yang juga diduga memiliki ciri atau suspek PMK.

Sampel puluhan ternak itu telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates untuk uji laboratorium.

Salah seorang peternak, Eko Purwono mengatakan kasus PMK telah berdampak nyata pada penjualan ternak karena Pasar Hewan Siyono Harjo ditutup sementara waktu.

"Kami menyesalkan penutupan pasar tersebut karena mengganggu jual beli. Peternak juga takut tidak bisa menjual ternak," kata Eko.

Dia mengaku banyak permintaan dan jual beli tidak dilakukan di pasar, tetapi bertemu langsung.

Namun, hal itu cukup menyulitkan dalam mencari hewan kurban.

"Permintaan banyak, ada yang minta 60 ekor hewan ternak dari pembeli DIY dan Jawa Tengah, tetapi tidak bisa membeli. Paling banyak di bawah Rp 20 juta per ekor," kata dia.

Peternak di Gunungkidul mengeluhkan penutupan pasar hewan karena mengganggu bisnis jual beli ternak mereka. Kasus PMK sungguh meresahkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News