Bantul Rawan Bencana Hidrometeorologi Saat Kemarau Basah, Dengarkan Pesan BPBD

Minggu, 12 Juni 2022 – 16:02 WIB
Bantul Rawan Bencana Hidrometeorologi Saat Kemarau Basah, Dengarkan Pesan BPBD - JPNN.com Jogja
Ilustrasi: hujan dan angin kencang di Kabupaten Bantul sebabkan puluhan pohon tumbang. (Foto: ANTARA/HO-BPBD Bireuen)

jogja.jpnn.com, BANTUL - Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu wilayah yang terdampak kemarau basah atau musim kering yang masih terdapat curah hujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul meminta masyarakat setempat untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanto mengatakan beberapa potensi bencana yang muncul saat musim kemarau basah di antaranya adalah pohon dan baliho tumbang serta sungai yang tergerus air.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan tiba pada Juni 2022.

Namun, musim kemarau tahun ini disertai dengan curah hujan yang cukup tinggi di beberapa wilayah, termasuk di Bantul.

Agus mengimbau masyarakat mewaspadai dampak hujan deras disertai angin kencang.

Dia mengatakan meski potensi bencana hidrometeorologi menyeluruh, tetapi ada beberapa wilayah yang sering terdampak angin kencang dan hujan deras, salah satunya Kecamatan Banguntapan.

"Jadi, kalau kemarin sering di Banguntapan, di Piyungan juga ada. Kemudian, di Trirenggo (Bantul), Sedayu, dan Sanden juga rawan. Bencana hidrometeorologi itu komplit, tidak hanya pohon tumbang," katanya.

Bantul adalah salah satu daerah yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi saat musim kemarau basah. Apa saja pontensi bencana yang muncul?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News