Anies Baswedan Jadi Capres 2024, Hasto Waswas Soal Nasib IKN Nusantara
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait partai koalisi pemerintah yang telah mendeklarasikan Calon Presiden 2024. Kendati demikian, Hasto menegaskan bahwa partainya tidak mencampuri kedaulatan partai lain.
Hasto lalu menyinggung soal etika politik partai pengusung Joko Widodo dan Ma'aruf Amin.
Partai koalisi, menurutnya, harus memberikan dukungan pada skala prioritas pemerintah dalam memulihkan masalah ekonomi dampak pandemi dan perang Rusia-Ukraina.
"Maka seluruh partai politik pengusung Pak Jokowi harus juga memiliki komitmen yang sama untuk menempatkan skala prioritas pada persoalan tersebut," katanya seusai menjadi narasumber di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (10/10).
Selain itu, partai koalisi juga harus mendukung kebijakan pemerintah, salah satunya pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.
"Jangan sampai mencalonkan seseorang yang punya kebijakan yang berbeda," katanya.
Menurut alumnus UGM tersebut, bila ini terjadi, akan muncul hal yang kontradiktif.
"Contohnya saya mendengar berkali-kali Pak Anies tetap mencoba untuk mempertahankan ibu kota tetap di Jakarta, sementara pak Jokowi menginginkan suatu kesinambungan kepemimpinan agar visi Indonesia sebagai poros maritim itu dapat dijalankan sebaik-baiknya," jelasnya.
Sekjen PDIP Hasto Krisyanto mengaku waswas dengan keberlanjutan proyek IKN Nusantara setelah Anies Baswedan mendeklarasikan diri menjadi Capres 2024.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News