Inilah Program dengan Anggaran Terbesar untuk Masalah Sampah di Bantul

Rabu, 11 Mei 2022 – 17:15 WIB
Inilah Program dengan Anggaran Terbesar untuk Masalah Sampah di Bantul - JPNN.com Jogja
Kondisi di TPA Piyungan yang ditutup oleh warga pada Rabu (11/5). Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengeklaim daerahnya adalah yang paling sedikit menyumbang sampah di TPA Piyungan.

Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari program Bantul Bersama atau Bantul Bersih Sampah pada 2025.

"Di mana kami memproyeksikan sampah itu selesai di desa. Jadi , tidak perlu disetorkan ke TPA Piyungan," ujar Abdul Halim pada Selasa (10/5).

Program tersebut, kata dia, menggunakan sistem reuse, reduce dan recycle atau 3R.

"Yang plastik nanti dikumpulkan sendiri dan itu sudah ada yang menampung atau membeli. Nanti akan didaur ulang lagi menjadi produk plastik," jelasnya.

Kemudian, kaca dan sisa makanan, lanjutnya, juga akan didaur ulang kembali.

"Kalau pemilahan ini kita lakukan kan tidak diperlukan lagi tempat penampungan sampah wong semuanya selesai di desa," tegas dia.

Abdul Halim menyebut program ini benar-benar menjadi perhatian Pemkab Bantul.

Pemkab Bantul mengaku telah memiliki program daur ulang sampah sehingga dalam Bantul Bersih Sampah 2025 yangt telah menyedot anggaran dalam jumlah besar.
Facebook JPNN.com Jogja Twitter JPNN.com Jogja Pinterest JPNN.com Jogja Linkedin JPNN.com Jogja Flipboard JPNN.com Jogja Line JPNN.com Jogja JPNN.com Jogja

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News