Soal Polemik Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Anggota Dewan: Solusinya Saling Memaafkan

Selasa, 09 Agustus 2022 – 13:30 WIB
Soal Polemik Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Anggota Dewan: Solusinya Saling Memaafkan  - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Kasus dugaan pemaksaan berjilbab di SMAN 1 Banguntapan. Foto: Dok. JPNN

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dugaan pemaksaan mengenakan jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi perbincangan hangat beberapa minggu terakhir. 

Masalah ini kemudian memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Yogyakarta. 

Dugaan kasus ini sendiri tengah diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan DIY guna menemukan unsur pelanggaran dari pihak sekolah. 

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana berharap polemik ini bisa diselesaikan dengan saling memaafkan.

Ia meminta agar siswi, guru dan wali murid berlapang dada dengan saling memaafkan.

Menurutnya tidak ada yang rugi dalam upaya saling memaafkan ini.

"Tidak ada salahnya bila seorang guru atau kepala sekolah minta maaf pada muridnya atau orang tua. Dengan begitu berarti mengajarkan sifat ksatria pada muridnya," kata Huda pada Senin (8/8).

Sebaliknya, ia pun berharap jika siswa dan wali murid berkenan meminta maaf kepada gurunya.

Anggota dewan memberi solusi dalam polemik dugaan pemaksaan berjilbab di SMAN 1 Banguntapan. Sebaiknya para pihak saling memaafkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News