PMK Merebak, Pasar Hewan Bantul Ditutup
jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kabupaten Bantul menjadi salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang banyak ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menunjukkan bahwa per 8 Januari 2025 terdapat 249 ekor sapi yang sakit akibat PMK.
Dua ekor sapi dipotong paksa, sedangkan sapi yang mati sebanyak 32 ekor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja mengatakan PMK tersebar di 12 kecamatan dan 29 kelurahan.
Mengantisipasi makin merebaknya PMK, Pemkab Bantul memutuskan menutup semua pasar hewan yang ada di daerah tersebut.
Agus mengatakan penutupan sementara pasar hewan tersebut menindaklanjuti permohonan Kepala DKPP Bantul.
"Terkait meningkatnya jumlah kematian, Kepala DKPP sudah minta izin untuk sementara menutup pasar hewan terlebih dahulu. Jadi, sudah dilakukan penutupan pasar hewan supaya mengurangi risiko terkait merebaknya PMK," katanya.
Menurut dia, penutupan sementara pasar hewan tersebut dilakukan sampai dengan perkembangan selanjutnya.
Pemkab Bantul memutuskan menutup pasar hewan yang ada di daerah tersebut untuk mengantisipasi merebaknya kasus PMK.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News