Guru SMAN 1 Banguntapan Tak Boleh Disanksi, Mak-Mak Jogja Ancam Turun ke Jalan

Kamis, 11 Agustus 2022 – 18:10 WIB
Guru SMAN 1 Banguntapan Tak Boleh Disanksi, Mak-Mak Jogja Ancam Turun ke Jalan - JPNN.com Jogja
Persaudaraan Mak-Mak Indonesia (PMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buat petisi untuk SMAN 1 Banguntapan. Foto: PMMI DIY

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Persaudaraan Mak-Mak Indonesia (PMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat petisi agar kasus pemaksaan berjilbab di SMAN 1 Banguntapan ditutup.

Selain itu, petisi tersebut juga meminta agar kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan untuk tidak disanksi. 

Menurut Ketua PMMI DIY Nur Aisyah Haifani, kedua belah pihak telah dimediasi sehingga masalah dianggap sudah selesai dan damai.

"Apabila guru dan kepala sekolah tetap diberi sanksi, mak-mak se-DIY akan turun ke jalan," kata Aisyah pada Kamis (11/8).

Aisyah mengatakan bahwa masalah ini sebetulnya sederhana sehingga ia menilai tak perlu dibesar-besarkan ke luar.

"Dilaporkan ke Ombudsman hingga Sultan, itu kan over acting. Gara-gara ini kan Jogja dan sekolah enggak tenteram," ucapnya.

Hasil mediasi yang dilakukan Disdikpora DIY kemarin, kata Aisyah, seharusnya membebaskan kepala sekolah dan guru dari sanksi.

"Itu yang tidak kami terima karena itu sudah kasus yang berbeda," imbuhnya. 

Persaudaraan Mak-mak Indonesia se-DIY ancam akan turun ke jalan apabila kepala sekolah dan guru SMAN 1 Banguntapan tetap disanksi terkait kasus jilbab.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News